Belajar Lagi
Dulu, saya merasa sudah paham.
Tentang mengajar. Tentang memimpin. Tentang hidup.
Saya punya teori.
Punya pengalaman.
Punya kalimat-kalimat yang terdengar meyakinkan.
Lalu suatu hari, saya menemui kegagalan.
Bukan kegagalan yang dramatis.
Hanya rasa tidak nyambung.
Apa yang saya yakini, tidak lagi bekerja.
Di situlah saya belajar satu hal penting:
pengetahuan juga bisa usang.
Saya mulai unlearn.
Melepaskan kebiasaan merasa paling tahu.
Mengendapkan ego yang terlalu cepat memberi jawaban.
Ternyata, yang paling sulit bukan belajar hal baru,
melainkan mengosongkan diri dari yang lama.
Setelah itu, saya relearn.
Belajar lagi, tapi dengan cara berbeda.
Lebih pelan.
Lebih banyak mendengar.
Lebih sedikit menggurui.
Saya tidak lagi bertanya:
“Bagaimana caranya terlihat pintar?”
melainkan:
“Bagaimana caranya tetap relevan dan manusiawi?”
Sekarang saya paham.
Belajar bukan garis lurus ke atas.
Ia lingkaran.
Kita belajar.
Lalu lupa dengan sadar.
Lalu belajar kembali—dengan hati yang lebih lapang.
Posting Komentar